MENGUNJUNGI WISATA SIGOLO-GOLO

by - 13.16.00


Berawal dari waktu itu bosan berada dirumah akhirnya saya merencanakan sebuah perjalanan menuju kota Jombang untuk menuju salah satu wisata yang ada disana yaitu Bulu view. Apa sih wisata Bulu view itu ?. Awalnya saya melihat beberapa foto yang ada di Instagram dan mereka menyebut tempat itu adalah Bulu view, setelah saya menelusuri lewat internet bahwa bulu view adalah salah satu spot yang dimana kita bisa melihat pemandangan gunung Anjasmoro dan beberapa bukit lain ditambah juga bisa melihat aliran sungai dari spot yang disediakan oleh pihak wisata dan itu berada di wisata Sigolo-golo yang terletak di Wonosalam. Jadi wisata Sigolo-golo terdapat beberapa spot yaitu Goa sigolo-golo itu sendiri, bulu view, dan ditambah sungai. Jadi apabila temen-temen ingin mengunjungi tempat ini secara tidak langsung akan mendapatkan 3 spot sekaligus dalam 1 tempat wisata. Enak kan....? jadi tidak perlu mengeluarkan biaya banyak-anyak untuk mendapatkan 3 spot ini, karena berada dalam 1 area tempat wisata yang sama. Saya rasa cukup untuk pembukaannya, langsung saja saya mulai share pengalaman saya menuju wisata Sigolo-golo yang berada di Jombang.

Seperti biasanya ketika ingin pergi berlibur kesuatu tempat yang menurut saya lumayan jauh, saya lebih memilih untuk berangkat pagi dan waktu itu saya berangkat ke Jombang sekitar pukul 05:30 masih menggunakan motor kesayangan saya si Mio dengan bensin full waktu itu, kali ini partner trip saya namanya Ainul dan kebetulan dia adalah teman saat ikut Marching band di Semen Gresik yang sekarang menjadi Semen Indonesia. Kali ini saya menuju Jombang mengambil rute Bunder, Cerme, Mojokerto, Jombang, dan kemudian terakhir ambil rute menuju Wonosalam. Perjalanan pagi itu mata masih ngantuk tetapi suasana waktu itu sangat sejuk seperti biasanya ditambah kabut yang masih menyelimuti ketika sampai kota Mojokerto, padahal saat saya melihat jam tangan saya menunjukan pukul 07:00 pagi tetapi masih ada kabut di kota Mojokerto.

Setelah melewati kabut di Mojokerto kemudian kami mulai memasuki daerah Jombang dan langsung mengambil jalan menuju Wonosalam seperti yang saya jelaskan tadi, ketika sudah memasuki jalur menuju Wonosalam nanti akan bertemu pertigaan pertama dan langsung ambil ke kiri mengikuti jalan yang nanti akan mengarah ke Wonosalam. Setelah mengikuti jalan pertigaan pertama tadi jalan saja terus sampai mentok hingga menemukan pertigaan kedua kemudian kembali ambil jalur kiri. Setelah melewati pertigaan kedua ini nanti temen-temen akan dibawa menujui daerah perhutani yang dimana banyak pohon-pohon tinggi ditambah beberapa view yang menyegarkan mata. Ketika melewati daerah perhutani sangat jarang sekali orang yang berlalu lalang menggunakan kendaraan, pagi itu saya hanya melihat beberapa rumah penduduk dan juga penduduk setempat yang berjalan kaki membawa karung dan sebilah celurit untuk mencari rumput. Udara yang bersih dan segar sangat terasa ketika melewati daerah ini, saya langsung melepas buff saya dan menghirup dalam-dalam udara yang ada disekitar, karena jarang-jarang bisa menghirup udara yang masih bersih dan segar ketika berada di perkotaan karena saking banyaknya polusi.  Bukan hanya  mendapat udara segar saja tetapi waktu itu saya juga diperlihatkan keperkasaan gunung Anjasmoro ketika menelusuri jalanan menuju tempat wisata, ketika view gunung Anjasmoro masih terlihat disepanjang jalan saya langsung memutuskan berhenti beberapa menit dan berfoto sembari mendinginkan mesin motor.

Istirahat sejenak menikmati pemandangan gunung Anjasmoro
Selesai beristirahat dan berfoto kami kembali melanjutkan perjalanan karena matahari sudah mulai terik, langsung saja saya menarik gas motor saya sekitar 60km/jam disepanjang jalan. Untuk kondisi jalan dari Gresik menuju tempat wisata sangat baik karena disepanjang jalan yang saya lewati semua beraspal, jadi untuk temen-temen tidak usah khawatir soal kondisi jalan menuju tempat  wisata Sigolo-golo ini. Perjalanan terus berlanjut sampai kami menemukan seperti deretan warung dipinggir jalan dengan view belakang dari warung yaitu gunung Anjasmoro tetapi warung tersebut masih belum buka mungkin dikarenakan masih pagi. Awalnya kami bingung dan sempet melewati deretan warung itu dan terus berjalan menjauh karena pintu masuknya tidak terlihat oleh kami. Disaat kami kebingungan akhirnya memilih untuk bertanya kepada warga lokal dan diberitau bahwa kami harus kembali menuju deretan warung tersebut dan langsung kebelakang warung karena disana nanti akan menemukan parkiran. Setelah kembali berada di deretan warung itu ternyata benar saja, ketika melihat di belakang warung kami menemukan parkiran. Saat itu hanya kamilah pengunjung pertama di tempat wisata itu, karena hanya ada motor saya saja.

Sesampai diparkiran waktu itu sekitar pukul 08:00 dan kami langsung membayar uang parkir Rp. 5.000/motor, setelah parkir motor kami tidak tahu untuk menuju tempat wisata harus lewat mana ? kemudian kami bertanya kepada bapak yang jaga parkiran dan beliau memberitahukan kepada kami untuk menuju tempat wisata itu mengikuti jalan setapak yang nantinya mengarah loket wisata dengan treking sekitar 10 menit. Disaat kami melakukan treking kami disuguhkan kembali view gunung Anjasmoro yang membuat treking kali ini menjadi tidak merasa capek. Tidak terasa kami akhirnya sampai juga di loket dan bertemu dengan salah seorang yang sedang membersihkan halaman sekitar loket disana dan setelah kami bertanya ternyata orang itu adalah kebetulan penjaga loket. Kemudian kami disuruh membayar tiket masuk sebesar Rp. 5.000/orang, setelah membayar Ainul meminta saya untuk menunggu karena dia ingin ganti celana pendek. Sembari menunggu Ainul ganti saya basa-basi untuk melontarkan beberapa pertanyaan kepada penjaga loket yang salah satunya apakah ditempat ini terdapat wahana rafting ? karena saya melihat banner yang ada di dekat loket menginformasikan ada wahana rafting. Saya bertanya-tanya dalam hati, kayaknya enak nih ada raftingnya juga. Kemudian Bapak tersebut menjawab pertanyaan saya bahwa dulu memang ada raftingnya tapi sekarang sudah dihilangkan dan dipindah ke Probolinggo.

Baner wisata Sigolo-golo
Loket masuk wisata Sigolo-golo
Setelah Ainul selesai ganti kami kemudian berpamitan untuk menuju bulu view yang letaknya disamping kanan dari loket tersebut kemudian treking keatas kurang lebih 5 menit untuk sampai ke Bulu view. Benar saja sesampai Bulu view tempatnya sangat menarik dan bagus karena selain didepan mata kami disuguhkan gunung Anjasmoro terdapat pula beberapa bukit berkelok yang cantik ditambah lagi kami bisa melihat sungai yang berada dibawah kami. Bener-bener reccomend sih buat saya ketika mengunjungi tempat ini...karena memang pesona alamnya yang masih terasa alami. Waktu itu kami di Bulu view hanya 1 jam saja untuk berfoto dan beristirahat sejenak, setelah itu kami meneruskan menuju goa Sigolo-golo. Sekedar informasi buat temen-temen tidak usah khawatir kelaperan berada ditempat wisata ini karena didekat loket terdapat beberapa warung bahkan di Bulu view juga terdapat beberapa warung, hanya saja waktu itu kami sampai terlalu pagi dan warung-warung masih pada belum buka.

Jalur menuju Bulu view
View ketika sampai Bulu view
Selesai dari Bulu view kami menuruni anak tangga dan kembali menuju loket, setelah sampai loket ternyata sudah ada beberapa muda-mudi yang mengunjungi tempat ini juga. Untuk menuju goa Sigolo-golo sendiri berada disebelah kiri loket dan kemudian jalan akan menurun dari jalan yang bersemen berubah menjadi tanah liat dan nanti akan menemukan beberapa pohon-pohon besar plus akar-akar yang besar. Menurut informasi dari beberapa sumber di internet yang saya baca bahwa untuk mengunjungi goa Sigolo-golo temen-temen harus mempunyai nyali besar dan tempat ini cocok untuk para pengunjung yang suka akan tantangan, bagaimana tidak ? untuk menuju goa Sigolo-golo pengunjung harus melewati akar-akar yang bergelantung di dinding dengan cara memanjat akar tersebut. Ditambah ketinggian akar yang akan kami panjat sekitar 10 meter, waktu itu ada beberapa rombongan lain yang ingin menuju ke goa ini dan saya berada paling depan untuk mencari jalan karena jalannya sudah buat saya bingung. Setelah dari kejauhan melihat seperti mulut goa saya langsung mengikuti jalan setapak tersebut kemudian melewati batuan besar yang nanti akan menuju kepada sebuah jalan setapak dan akar yang sudah saya jelaskan tadi. Setelah mengetahui informasi untuk menuju goa akhirnya saya memilih untuk menaiki akar tersebut dengan rasa ragu dan sedikit takut, karena jujur saja saya takut akan hal ketinggian. Tapi waktu itu saya beranikan diri untuk menaiki akar tersebut secara perlahan yang penting selamat meskipun ditertawakan oleh Ainul. Benar saja setelah saya membaca beberapa informasi di internet memang jalur menuju goa sangat sulit dan dibutuhkan nyali yang besar. Setelah saya sampai diatas saya langsung memastikan terlebih dahulu apakah benar-benar ada goa di atas sini, ternyata benar ada sebuah goa yang tidak terlalu dalam. Kemudian saya berteriak memberitahukan kepada teman saya yang masih ada dibawah bahwa memang benar disini ada goa, kemudian teman saya mulai naik keatas dengan beberapa rombongan lain.

Jalur kebawah menuju Goa Sigolo-golo dan sungai
Penampakan jalur turunan menuju Goa Sigolo-golo dan sungai
Ini dia jalur akar atau disebut Root Climb untuk menuju Goa Sigolo-golo
Ketika diatas dan sampai dimulut goa saya hanya menemukan seperti rakitan bambu yang dibentuk seperti alas untuk beristirahat dan saya juga menemukan bekas sesajen yang sepertinya untuk ritual tertentu. Perjalanan yang kami tempuh dari Bulu view menuju goa Sigolo-golo memakan waktu sekitar 30 menit itu sudah termasuk foto-foto saat perjalanan menuju goa dan waktu yang menurut saya lama ketika menaiki akar-akar yang menjulang tinggi untuk menuju atas dan masuk kedalam goa. Setelah sampai goa kami langsung tiduran di bambu itu karena menuju goa Sigolo-golo sangat banyak menguras tenaga, sambil stirahat kami tidak lupa untuk berfoto didalam goa ini.

Tempat sajen ketika didalam Goa Sigolo-golo
Ainul lagi tiduran ditempat peristirahatan dalam Goa Sigolo-golo
Foto setion
Waktu itu menunjukan sekitar pukul 10:30 dan kami memutuskan untuk turun dan menuju destinasi selanjutnya yaitu menuju sungai, karena tidak afdol ketika mengunjungi tempat ini tidak mengunjungi semua spot yang ada ditambah lagi kami waktu itu sangat kelelahan dan butuh kesagaran. Akhirnya kami memutuskan untuk turun dari goa dan melewati akar-akar itu kembali, selesai menuruni jalur akar kami langsung menuju jalur untuk menuju ke sungai.

Turun kebawah kembali melewati jalur Root Climbing
Untuk menuju sungai medan yang dilalui tidak terlalu sulit dibanding menuju goa Sigolo-golo karena jalan menuju sungai hanya berupa anak tangga yang tersusun dari tanah liat dan terkadang terbuat dari bambu. Perjalanan sangat cepat karena kami hanya menuruni beberapa anak tangga hingga sampai menuju sungai ditambah waktu itu kami terkadang menuruni anak tangga sambil berlari. Tak terasa setelah berlari-lari menuruni anak tangga akhirnya sampai juga di sungai, disini terlihat air yang mengalir deras. Perjalanan kami dari goa Sigolo-golo menuju sungai hanya sekitar 15 menit saja karena jalannya yang mudah dilewati.

Sesampai sungai kami langsung lepas baju dan langsung bermain air, waktu itu sangat disayangkan karena kami tidak membawa pakaian ganti karena memang dari awal saya tidak tahu kalau di wisata Sigolo-golo terdapat beberapa spot salah satunya sungai. Padahal airnya sangat jernih dan rasanya waktu itu pengen mandi aja disini, selain sungai yang masih bersih disini banyak terdapat batu-batu besar yang menghiasi sungai menambahkan kesan tempat yang masih alami. Selain bermain air disungai kami juga bisa melihat pemandangan bukit sejauh mata kita memandang.

Perlengkapan yang saya bawa setiap saat
Nyesel gak bawa pakaian ganti
Rekomen banget buat pecinta alam dan penjelajah karena di tempat wisata ini temen-temen akan mendapatkan beberapa spot dari view gunung Anjasmoro, climbing untuk menuju goa Sigolo-golo dan terakhir wisata air semuanya komplit dapat temen-temen nikmati sepuasnya. Waktu itu kami bermain air sampai pukul 12:00 dan langsung kembali keatas melewati anak tangga, kali ini perjalanan kembali terasa sangat lama karena yang kami lalui saat ini adalah tanjakan anak tangga. Untuk sesampainya diparkiran sekitar pukul 12:30 dan kami langsung melanjutkan perjalanan menuju kota Gresik. Waktu itu disekitar daerah Mojokerto kami sempat mengisi bensin Rp. 25.000 dan mencari mushola untuk sholat, Sesampainya dirumah waktu itu sekitar pukul 17:00.
           
     Begitulah cerita  trip saya di  kota Jombang, tunggu pengalaman cerita saya selanjutnya di kota lainnya. Terimakasih buat temen-temen yang sudah menyempatkan membaca blog saya semoga tidak bosan-bosan untuk membaca blog ini.

Rincian biaya :
1.    Parkir motor Rp. 5.000/motor
2.    Tiket masuk wisata Rp. 5.000/orang
3.    Bensin pulang Bojonegoro-Gresik Rp. 25.000
Total biaya : Rp. 35.000
( Exclude bensin berangkat Gresik-Wonosalam )

    

        

You May Also Like

0 komentar