TOURING EDISI RAMADHAN Part. 4

by - 02.07.00


TUBAN

     Hai gaesss....berjumpa lagi dengan saya yang nggak bosen-bosen buat menelusuri indahnya negeri Indonesia ini khususnya di Jawa timur, kali ini saya akan share trip terakhir saya di bulan ramadhan tahun 2016 tepatnya tanggal 3 Juli, kali ini saya akan mencoba untuk explore di kota Tuban. Saya akan mendatangi beberapa destinasi yang bikin saya tertarik untuk beranjak pergi kesana yaitu diantaranya Watu ondo, Goa Suci dan Goa ngerong.

     Seperti biasanya untuk setiap trip di bulan ramadhan ini saya berangkat ke kota tujuan sehabis subuh yang waktu itu sekitar pukul 05:00 dan masih sama menggunakan tunggangan kesayangan saya si Mio j, terlebih dulu saya menjemput partner trip saya kali ini namanya Bobby dia adalah teman saya waktu di Marching band Semen Indonesia. Sebenernya saya ngajak dia karena dia jeles liat IG saya yang sering pergi ke tempat wisata. Akhirnya saya ngajak dia itung-itung buat refreshing di bulan puasa sekalian ngabuburit kali yah....untung aja anaknya nggak rewel, kalau rewel aku turunin dijalan aja...hahahaha

     OK lanjut ke awal perjalanan tepatnya pukul 05:00 saya berangkat dari rumah menuju tempat tinggal partner saya yang tidak jauh mungkin sekitar 15 menit dari rumah saya. Setelah udah jemput partner saya langsung saja perjalanan dimulai yang seperti biasa kami hanya menggunakan GPS dan sedikit bertanya dengan orang lokal untuk menuju ke tempat wisata yang akan kami tuju.

     Tujuan pertama di kota Tuban kali ini adalah Watu ondo, watu ondo adalah tempat wisata alam yang menyuguhkan view pemandangan dari atas ketinggian. Nampak dari atas terlihat hamparan hijau ditambah sejauh mata memandang terlihat beberapa bukit dan pas dibawah kami waktu itu terdapat beberapa rumah penduduk lokal yang bekerja mencari rumput untuk makanan ternaknya. Letak wisata watu ondo ini terletak di kecamatan Semanding yang letaknya tidak jauh dari kota Tuban. Waktu itu perjalanan saya dari Gresik menuju watu ondo memakan waktu sekitar 2 jam dengan jalur Bunder, Lamongan, Babat, Tuban, kemudian menuju ke daerah Semanding.

     Perjalanan kali ini sangat berbeda dari biasanya karena kali ini saya berangkat menuju Tuban dengan beberapa orang yang sudah mulai mudik dan jalanan menjadi cukup ramai, Jadi serasa ikut mudik dalam perjalanan kali ini..hahahaha. Setelah berjalan cukup lama kami tiba di daerah Semanding dan waktu itu kami sempat melewati pemandian Baktiharjo untuk menuju ke watu ondo. Setelah itu jalanan yang kami lalui perlahan menanjak dan itu menandakan kami akan melewati dataran tinggi, selang beberapa menit saya sering berpapasan dengan anak-anak lokal yang membawa rombongan menggunakan motor. Kalau menurut prediksi saya mereka mencari sunrise di watu ondo secara ramai-ramai. Tak hanya berpapasan dengan orang seleasi mengunjungi dari watu ondo saja, ternyata di belakang saya juga ada beberapa anak yang kebetulan akan pergi kesana juga. Jadi waktu itu saya dengan orang lain bersamaan untuk menuju tempat wisata watu ondo, setelah melewati jalan tanjakan dan berliku akhirnya kami sampai di jalanan dengan permukaan berbatu tajam seperti karang dan itu nantinya akan mengarahkan kami menuju tempat seperti ladang plus parkiran motor. Benar saja setelah melewati jalanan itu sampailah kami di tempat pemberhentian akhir untuk memarkirkan motor.

     Untuk mengunjungi tempat wisata ini kami tidak dikenakan tarif alias gratis, karena tempat wisata ini saya rasa tidak ada campur tangan dari pemerintah karena letaknya yang dekat dengan pemukiman penduduk. Waktu itu saja saya asal parkir motor, karena memang tidak ada tempat parkir yang bersifat resmi. Saya hanya memarkirkan motor di ladang yang datar dan sekiranya bisa saya lihat dari kejauhan biar aman, bukan hanya saya saja tetapi anak-anak lain juga waktu itu melakukan hal yang sama seperti saya.

     Pertama kali sampai dan melihat tempat ini memang sepertinya adalah tempat untuk bekerja warga lokal yang dimana terdapat ladang berundak yang luas serta ditanami beberapa tanaman seperti jagung dan lainnya. Setelah itu disamping ladang tersebut barulah kami bisa melihat hamparan hijau yang luas di tambah dengan view bukit dan beberapa perumahan penduduk lokal yang ada di bawah. Saya sangat menikmati suasana ini karena benar-benar alam dan disamping itu kami bisa juga melihat warga lokal yang sedang mencari rumput, menanam tanaman di ladangnya dan juga kegiatan sehari-harinya. Waktu itu saya juga menyempatkan untuk menelusuri ladang ini sampai menuju tebing yang sangat curam yang dimana tempat itu adalah titik paling ujung di watu ondo, tak lupa kami juga mengabadikan beberapa foto untuk mengisi materi yang ada di blog ini..hehehehe.

     Setelah selesai foto-foto, saya sempat menikmati keindahan alam ini dengan tiduran beralaskan rumput sambil memandang birunya langi-langit diatas ditambah dengan kicauan burung-burung yang berada disekitar tempat ini cukup lama.  Saya rasa tempat ini recomended buat temen-temen yang ingin mencoba wisata alam dan untuk menghilangkan kegalauan yang melanda.

     Setelah cukup lama berada di watu ondo saatnya saya untuk melanjutkan perjalanan menuju tempat wisata berikutnya yaitu Goa suci. Pada saat itu menunjukan sekitar pukul 10:00 dengan matahari mulai terik dan perjalanan kami kembali melewati jalanan yang mengarah ke desa Palang untuk menuju ke goa suci yang letaknya cukup jauh dengan menempuh waktu sekitar 1jam dari watu ondo. Temen-temen dikatakan sudah dekat dengan goa suci apabila  sudah melewati area persawahan di tambah dengan bukit kapur yang sangat tinggi dan itu bisa terlihat dari kejauhan. Lha apabila temen-temen sudah melihat itu semua maka temen-temen tidak usah khawatir karena jalanan dari bukit kapur itu nanti akan mengarahkan ke goa suci, hanya ikuti jalan yang beraspal saja karena disana terdapat 2 jalur yaitu jalan yang di aspal dan tidak. Untuk jalan yang tidak di aspal biasanya dilalui oleh kendaraan yang mengangkut material kapur yang ada pada bukit kapur tersebut. Tempat ini memang kawasan bukit kapur, jadi buat temen-temen diharapkan membawa masker dan kacamata agar terhindar dari debu-debu yang ditimbulkan oleh truk-truk yang memuat material kapur. Setelah berada dibalik bukit kapur nanti akan bertemu dengan rumah penduduk lokal yang ada disana dan kalau teme-temen melihat nanti ada sebuah petunjuk yang letaknya di kanan jalan menandakan bahwa kawasan disekitar situ terdapat goa suci.

     Kenapa saya memilih wisata di Goa suci? karena goa ini memiliki batuan-batuan besar yang dulunya dijadikan tambang kapur oleh warga setempat dan kini tempat ini sudah tidak berproduksi lagi dan oleh sebab itu dijadikan tempat wisata oleh warga lokal demi melestarikan sumberdaya yang ada disekitar. Goa suci bukan sekedar goa saja tetapi memiliki spot-spot yang menarik buat saya untuk berfoto, oleh sebab itu saya memilih goa suci sebagai tempat destinasi saya selama di Tuban. Setelah sesampainya di rumah penduduk saya mencari-cari parkiran untuk motor, tetapi tidak ada parkiran yang resmi untuk wisata goa suci ini. Jadi kemarin saya memarkirkan motor saya dipekarangan rumah seorang warga (parkir sembarangan) jangan ditiru yahhhh...karena waktu itu memang saya bingung untuk mencari parkiran motor dan tidak ada area yang menurut saya aman. Jadi saya mengambil inisiatif parkir di pekarangan rumah warga setempat, setelah memarkir motor saya dan rekan saya melanjutkan untuk mencari dimana lubang dari goa ini karena waktu itu saya dan teman saya bingung untuk mencari pintu masuk goa suci ini. Waktu itu kami sempat clingak-clinguk di areal warga untuk mencari goa suci namun kami tidak menemukan, demi mempersingkat waktu kami memutuskan untuk bertanya kepada seorang warga setempat dimana letak goa suci tersebut. Kemudian setelah menjelaskan kepada kami menggunakan bahasa jawa ternyata tempat itu terletak dibelakang ladang warga yang tertutupi oleh batuan besar dan untuk menuju kesana kami harus melewati samping rumah warga dan menuju ke ladang tersebut. Setelah melewati ladang warga setempat barulah kami melihat ada seperti peringatan bahwa untuk berwisata ke goa ini pengunjung tidak boleh untuk mengambil apapun benda yang ada di goa suci, tidak boleh merusak, tidak boleh memindahkan dan apabila itu dilarang maka akan dikenakan denda yang tertera di dalam wisata goa suci.

     Untuk mengunjungi goa suci tidak dikenakan biaya alias gratis mungkin karena tempat ini berada di areal pertambangan dan penduduk setempat jadi tidak dikenakan tarif. Sesudah membaca peraturan tersebut kami melanjutkan perjalan melewati batuan-batuan besar yang menjulang tinggi sekitar 5 meter dan disana terdapat beberapa tumbuhan seperti pisang. Dari sinilah kami menyusuri batuan-batuan besar hingga kami menemukan seperti pintu masuk menuju mulut goa suci. Pertama kali sampai di mulut goa saya benar-benar merasakan bahwa goa ini sangat menakjubkan karena batuan ini seperti bekas galian yang sudah lama ditinggalkan tetapi bentuknya masih terjaga dengan baik ditambah setelah masuk ke dalam dan menyusuri goa ini kami menemukan seperti beberapa ruang yang sangat luas dan kosong layaknya seperti tempat yang bisa di tinggali, ditambah dengan indahnya goa ini yaitu cahaya matahari yang masuk melalui lubang besar dari atas goa yang kemudian di pantulkan oleh dinding dengan membentuk warna yang indah pada dinding goa. Tidak menuggu lama kami langsung mengabadikan moment ini dengan berfoto dari ruangan ke ruangan goa suci.

     Puas mengelilingi ruangan demi ruangan yang ada pada dalam goa suci ini kami memutuskan untuk menuju tempat wisata selanjutnya yaitu goa ngerong yang terletak di kecamatan Rengel dengan waktu tempuh sekitar 50-60 menit dari goa suci. Untuk menuju tempat ini kami sejalan dengan arah balik menuju Gresik. Waktu itu sekitar 12:00 kami melanjutkan perjalanan menuju goa ngerong, goa ngerong adalah seperti tempat pemandian dan di bawahnya terdapat beberapa macam ikan. Selain itu di goa ngerong terdapat tempat tinggalnya Batman ehhhh....maksut saya binatang kelelawar dengan ratusan koloni. Jadi apabila temen-temen berwisata ke goa ngerong kita mendapatkan 2 wisa sekaligus yaitu wisata air dan wisata goa.

     Setelah menempuh perjalanan sekitar 1jam sampailah kami di wisata goa ngerong, wisata goa ngerong terletak di pinggir jalan raya jadi tidaklah sulit untuk menemukan tempat wisata ini. Sesudah menemukan tempat wisata ini kami langsung memarkirkan motor dan kebetulan ada bapak-bapak yang jaga parkir memberikan tarif langsung kepada kami waktu itu sebesar Rp.10.000 untuk 1 motor dan 2 orang dan kami langsung membayar. Sesudah menyelesaikan pembayaran diparkiran yang terletak disamping tempat wisata ini kemudian kami masuk dan kebetulan waktu itu saya lagi clingak-clinguk kemudian membaca kertas pada dinding loket bahwa untuk tari dewasa Rp. 3.000 dan untuk anak-anak Rp. 2000. Setelah saya pikir untuk apa ada loket disini wong diparkiran saya bisa bayar parkir sekaligus membeli tiket masuk. Pikiran yang lain saya mengatakan apa iya bapak-bapak itu merangkap seperti calo tempat wisata, soalnya disini terdapat loket dan harga sudah tertera jelas. Ahhhh sudahlah itung-itung biaya parkir motor tadi Rp. 4.000 dan biaya masuk Rp. 6.000 untuk 2 orang, jadi itu adalah rincian biaya masuk+motor saya. Apabila temen-temen mencoba untuk membeli tiket di loket langsung dan biaya parkir secara terpisah mungkin boleh dicoba, kira-kira biaya parkir nanti apakah sama dengan saya Rp. 4.000 ?

     Sebenarnya tidak mempermasalahkan berapa tarifnya hanya saja saya merasa agak aneh aja di parkiran kita bisa beli tiket masuk dan di pintu masuk terdapat loket yang menjual tiket juga, beneran saya cuman bingung aja kok...hehehehehehe lupakan masalah tarif. Kembali ke topik lagi yah gaesss, setelah masuk wisata ini pertama kali saya liat yaitu cuman ada 2 orang saja yang lagi berenang disana mungkin karena puasa juga kali yah...terus di sekitar saya melihat ada beberapa kios dan ibu-ibu yang sedang berjualan makanan ikan dan penyewaan pelampung, selain itu ada kios lain yang menjual beberapa cindera mata seperti gelang dan kalung. Saya waktu itu hanya melihat-lihat saja dan terus berjalan sampai ujung yang mengantarkan saya pada dinding goa ngerong yang dimana terdapat banyak sekali Batman yang lagi bergelantungan....ehhhhh kelelawar maksut saya. Kami waktu itu hanya sebentar mengunjungi dinding yang dikerumuni oleh kelelawar karena sudah gak tahan bau dari kelelawar ini bikin saya merasa mual, oleh sebab itu kami langsung menjauh dari dinding goa tersebut. Setelah selesai melihat-lihat suasana goa ngerong ini kami memutuskan untuk sholat di mushola seberang wisata goa ngerong dan istirahat sejenak karena waktu itu saya merasa lelah dan ngantuk sekali. Setelah cukup beristirahat waktu itu pukul 14:30 kami memutuskan untuk masuk kembali ke dalam wisata goa ngerong untuk mengabadikan keadaan sekitar goa ngerong sembari sambil mengantarkan partner saya untuk mandi. Setelah selesai untuk foto-foto kami memutuskan untuk kembali pulang ke Gresik karena hari semakin larut dan biar kami sempat untuk berbuka dirumah masing-masing, karena sebelum-sebelumnya kami selalu tidak sempat untuk berbuka di rumah. Hehehehehe... Sebelum perjalanan ke Gresik kami sempatkan untuk mengisi bensin Rp. 25.000 di kota Tuban dan barulah kami menuju Gresik, sesampai rumah sekitar pukul 17:00
Sesampainya di Watu Ondo
Langsung poto-poto
Lagi menikmati view bukit


Spot di Watu ondo
Istirahat sebentar sebelum melanjutkan perjalanan
Dibelakang bukit kapur itu letak Goa Suci
Pintu masuk Goa Suci
Spot di Goa Suci
Nofilter
Banyak ruangan di Goa Suci
Harus pinter cari pencahayaan
Loket Goa Ngerong
Lagi puasa, yang renang dikit
Rumah Batman

     Begitulah cerita short trip terakhir saya di bulan ramdhan ini di kota Tuban. Tunggu pengalaman cerita saya selanjutnya di kota lainnya, terimakasih buat teman-teman yang sudah membaca blog saya semoga tidak bosan-bosan untuk membaca blog saya .
Minal aidzin wal faidzin yeeee... ^^

Rincian biaya :

1. Tiket + karcis masuk wisata Goa ngerong Rp. 10.000 (1 motor + 2 orang)
2. Bensin pulang Tuban-Gresik Rp. 25.000

    Total = Rp. 35.000

    (Exclude Bensin berangkat)

You May Also Like

0 komentar