facebook twitter instagram

WISATA DENNY

About my journey to explore the world

  • Home
  • About
  • Contact
    • Category
    • Category
    • Category
  • Travelling
    • Indonesia
    • Thailand
    • Vietnam
    • Malaysia
  • Tips


     Berikut beberapa poin penting ketika akan berwisata menurut wisata ala Denny, langsung saja poin-poinnya sebagai berikut :


1.    DESTINASI WISATA

     
     Hal penting pertama adalah destinasi/tempat tujuan untuk berwisata, para traveller harus menentukan tempat mana yang sekiranya menarik untuk dikunjungi baik itu wisata gunung, pantai, air terjun, goa, dan lainnya karena semua kembali ke selera para traveller. Sebaiknya para traveller juga harus mencari informasi tempat yang akan dikunjungi nantinya,  Jangan sampai salah mengambil destinasi yang nantinya malah merugikan diri sendiri dan merusak mood para traveller. Maka dari itu destinasi wisata harus ditentukan dan di planning secara matang sebelumnya agar wisata para traveller tetap nyaman dan menyenangkan.


2.    CUACA


     Hal penting berikutnya yaitu cuaca, cuaca memang sangat sulit di prediksi oleh para traveller. Jangan sampai apabila ingin berwisata ketika ditengah jalan malah mendapat cuaca buruk dan nantinya merubah mood para traveller untuk berwisata. Contohnya saja ketika akan berwisata ke gunung tetapi mengambil bulan yang salah yaitu ketika musim hujan dan menyebabkan perjalanan mengalami kendala bahkan dituntut untuk mengurungkan niat karena salah dalam mengantisipasi cuaca, oleh sebab itu tidak ada salahnya para traveller untuk memperhatikan kalender ketika pergantian musim.


3.    TRANSPORTASI


     Hal terpenting selanjutnya yaitu transportasi, transportasi sangat diperlukan ketika akan berwisata oleh para traveller. Banyak sekali selera para traveller ketika berwisata menggunakan alat transportasi dengan beberapa alasan misalnya kenyamanan, low cost, cepat, dan sebagainya. Contohnya apabila para traveller ingin bepergian jauh dengan lebih memilih aspek kenyamanan dan cepat maka traveller bisa memilih alat transportasi misalnya pesawat. Apabila traveller lain ingin berkunjung ke tempat jauh tetapi menggunakan aspek low cost, tidak terburu-buru, dan efisien maka bisa menggunakan alat transportasi misal motor. Begitupun dengan aspek-aspek lain yang dimana nantinya para traveller bisa mencocokan dengan alat transportasi lainnya demi kenyamanan ketika berwisata.


4.    PENGINAPAN


     Selanjutnya hal terpenting lainnya yaitu penginapan, penginapan sangat penting ketika para traveller akan bepergian baik jauh ataupun dekat mungkin dikarenakan banyak spot wisata yang dikunjungi atau ingin lebih lama disuatu tempat maka para traveller bisa menyewa penginapan guna beristirahat sejenak. Ketika akan menginap para traveller juga akan mengikuti seleranya masing-masing, ada yang menyewa sebuah rumah/losmen dengan fasilitas yang cukup baik, ada juga yang  membuka tenda pribadi demi menghemat biaya, dan ada juga yang sampai numpang tidur di masjid (jangan ditiru) itu semua kembali ke selera dan beberapa pertimbangan menurut para traveller. Oleh sebab itu faktor “penginapan” juga perlu diperhatikan sebelum bepergian baik itu nantinya akan digunakan atau tidak demi membuat wisata para traveller tetap nyaman dan mengasyikan.  


5.    BARANG BAWAAN


     Barang bawaan ketika untuk berwisata merupakan salah satu hal terpenting bagi para traveller, bagaimana tidak apabila kita ingin mengunjungi suatu tempat yang asing dan jauh dari pemukiman penduduk tetapi kita tidak membawa misal P3K, snack, peralatan memasak, dan sebagainya. Jelas nantinya akan membuat situasi menjadi tidak nyaman ketika berwisata. Oleh sebab itu para traveller dianjurkan untuk membawa barang bawaan yang menurut traveller penting dan nantinya akan sering digunakan, saran saja jangan terlalu banyak untuk membawa barang bawaan hanya membawa yang sekiranya perlu saja agar perjalanan para traveller tetap nyaman dan menyenangkan.


6.    BUDGET


     Budget merupakan faktor yang sangat sensitif bagi para traveller, jadi para traveller harus pandai-pandai dalam mengestimasi pengeluaran ketika akan berwisata. Apabila ingin bepergian ke tempat yang jauh dan tidak punya kenalan sama sekali maka dianjurkan untuk membawa uang lebih guna menutupi pengeluaran yang tidak terkira kedepannya. Apabila berwisata ke tempat yang tidak jauh dari tempat tinggal maka membawa budget secukupnya saja.  


7.    DOKUMENTASI


     Dokumentasi merupakan faktor yang perlu diperhatikan juga, terkadang dokumentasi menjadi hal yang sepele di mata para traveller tetapi selain itu dokumentasi bisa menjadi hal penting atau bahkan bisa mendatangkan rejeki untuk para traveller. Bagaimana tidak ketika akan bepergian ke tempat wisata yang cukup jauh dan asing bagi kita tetapi kita tidak mendokumentasikan semua perjalanan maka secara tidak langsung kita sudah kehilangan momment yang sangat berharga, karena untuk mengulang kembali ketempat wisata yang jauh terkadang merasa malas karena sebelumnya sudah pernah mengunjunginya.  Apabila para traveller mendokumentasikan maka setelah pulang dari tempat wisata kita nanti bisa flash back kembali dengan melihat hasil dokumentasi yang kita ambil sebelumnya. Selain itu kita bisa membagikan informasi kepada orangtua, temandekat, ataupun kepada anak kita nanti dibuktikan dengan adanya hasil dokumentasi wisata itu sendiri. Selain itu dokumentasi wisata juga bisa digunaka para traveller misalnya untuk mencari sponsor agar perjalanan wisatanya nanti bisa disponsori oleh suatu perusahaan, semua kembali tergantung pada para traveller bagaimana mengolahnya.


     Sekian tips berwisata ala Denny, semoga informasi yang saya bagikan ini banyak sedikitnya bisa bermanfaat buat temen-temen ketika akan mengexplore suatu tempat. Semoga wisata kalian tetep nyaman dan mengasyikan, jangan lupa untuk terus mengikuti update terbaru dari blog saya... ^^
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Berawal dari waktu itu bosan berada dirumah akhirnya saya merencanakan sebuah perjalanan menuju kota Jombang untuk menuju salah satu wisata yang ada disana yaitu Bulu view. Apa sih wisata Bulu view itu ?. Awalnya saya melihat beberapa foto yang ada di Instagram dan mereka menyebut tempat itu adalah Bulu view, setelah saya menelusuri lewat internet bahwa bulu view adalah salah satu spot yang dimana kita bisa melihat pemandangan gunung Anjasmoro dan beberapa bukit lain ditambah juga bisa melihat aliran sungai dari spot yang disediakan oleh pihak wisata dan itu berada di wisata Sigolo-golo yang terletak di Wonosalam. Jadi wisata Sigolo-golo terdapat beberapa spot yaitu Goa sigolo-golo itu sendiri, bulu view, dan ditambah sungai. Jadi apabila temen-temen ingin mengunjungi tempat ini secara tidak langsung akan mendapatkan 3 spot sekaligus dalam 1 tempat wisata. Enak kan....? jadi tidak perlu mengeluarkan biaya banyak-anyak untuk mendapatkan 3 spot ini, karena berada dalam 1 area tempat wisata yang sama. Saya rasa cukup untuk pembukaannya, langsung saja saya mulai share pengalaman saya menuju wisata Sigolo-golo yang berada di Jombang.

Seperti biasanya ketika ingin pergi berlibur kesuatu tempat yang menurut saya lumayan jauh, saya lebih memilih untuk berangkat pagi dan waktu itu saya berangkat ke Jombang sekitar pukul 05:30 masih menggunakan motor kesayangan saya si Mio dengan bensin full waktu itu, kali ini partner trip saya namanya Ainul dan kebetulan dia adalah teman saat ikut Marching band di Semen Gresik yang sekarang menjadi Semen Indonesia. Kali ini saya menuju Jombang mengambil rute Bunder, Cerme, Mojokerto, Jombang, dan kemudian terakhir ambil rute menuju Wonosalam. Perjalanan pagi itu mata masih ngantuk tetapi suasana waktu itu sangat sejuk seperti biasanya ditambah kabut yang masih menyelimuti ketika sampai kota Mojokerto, padahal saat saya melihat jam tangan saya menunjukan pukul 07:00 pagi tetapi masih ada kabut di kota Mojokerto.

Setelah melewati kabut di Mojokerto kemudian kami mulai memasuki daerah Jombang dan langsung mengambil jalan menuju Wonosalam seperti yang saya jelaskan tadi, ketika sudah memasuki jalur menuju Wonosalam nanti akan bertemu pertigaan pertama dan langsung ambil ke kiri mengikuti jalan yang nanti akan mengarah ke Wonosalam. Setelah mengikuti jalan pertigaan pertama tadi jalan saja terus sampai mentok hingga menemukan pertigaan kedua kemudian kembali ambil jalur kiri. Setelah melewati pertigaan kedua ini nanti temen-temen akan dibawa menujui daerah perhutani yang dimana banyak pohon-pohon tinggi ditambah beberapa view yang menyegarkan mata. Ketika melewati daerah perhutani sangat jarang sekali orang yang berlalu lalang menggunakan kendaraan, pagi itu saya hanya melihat beberapa rumah penduduk dan juga penduduk setempat yang berjalan kaki membawa karung dan sebilah celurit untuk mencari rumput. Udara yang bersih dan segar sangat terasa ketika melewati daerah ini, saya langsung melepas buff saya dan menghirup dalam-dalam udara yang ada disekitar, karena jarang-jarang bisa menghirup udara yang masih bersih dan segar ketika berada di perkotaan karena saking banyaknya polusi.  Bukan hanya  mendapat udara segar saja tetapi waktu itu saya juga diperlihatkan keperkasaan gunung Anjasmoro ketika menelusuri jalanan menuju tempat wisata, ketika view gunung Anjasmoro masih terlihat disepanjang jalan saya langsung memutuskan berhenti beberapa menit dan berfoto sembari mendinginkan mesin motor.

Istirahat sejenak menikmati pemandangan gunung Anjasmoro
Selesai beristirahat dan berfoto kami kembali melanjutkan perjalanan karena matahari sudah mulai terik, langsung saja saya menarik gas motor saya sekitar 60km/jam disepanjang jalan. Untuk kondisi jalan dari Gresik menuju tempat wisata sangat baik karena disepanjang jalan yang saya lewati semua beraspal, jadi untuk temen-temen tidak usah khawatir soal kondisi jalan menuju tempat  wisata Sigolo-golo ini. Perjalanan terus berlanjut sampai kami menemukan seperti deretan warung dipinggir jalan dengan view belakang dari warung yaitu gunung Anjasmoro tetapi warung tersebut masih belum buka mungkin dikarenakan masih pagi. Awalnya kami bingung dan sempet melewati deretan warung itu dan terus berjalan menjauh karena pintu masuknya tidak terlihat oleh kami. Disaat kami kebingungan akhirnya memilih untuk bertanya kepada warga lokal dan diberitau bahwa kami harus kembali menuju deretan warung tersebut dan langsung kebelakang warung karena disana nanti akan menemukan parkiran. Setelah kembali berada di deretan warung itu ternyata benar saja, ketika melihat di belakang warung kami menemukan parkiran. Saat itu hanya kamilah pengunjung pertama di tempat wisata itu, karena hanya ada motor saya saja.

Sesampai diparkiran waktu itu sekitar pukul 08:00 dan kami langsung membayar uang parkir Rp. 5.000/motor, setelah parkir motor kami tidak tahu untuk menuju tempat wisata harus lewat mana ? kemudian kami bertanya kepada bapak yang jaga parkiran dan beliau memberitahukan kepada kami untuk menuju tempat wisata itu mengikuti jalan setapak yang nantinya mengarah loket wisata dengan treking sekitar 10 menit. Disaat kami melakukan treking kami disuguhkan kembali view gunung Anjasmoro yang membuat treking kali ini menjadi tidak merasa capek. Tidak terasa kami akhirnya sampai juga di loket dan bertemu dengan salah seorang yang sedang membersihkan halaman sekitar loket disana dan setelah kami bertanya ternyata orang itu adalah kebetulan penjaga loket. Kemudian kami disuruh membayar tiket masuk sebesar Rp. 5.000/orang, setelah membayar Ainul meminta saya untuk menunggu karena dia ingin ganti celana pendek. Sembari menunggu Ainul ganti saya basa-basi untuk melontarkan beberapa pertanyaan kepada penjaga loket yang salah satunya apakah ditempat ini terdapat wahana rafting ? karena saya melihat banner yang ada di dekat loket menginformasikan ada wahana rafting. Saya bertanya-tanya dalam hati, kayaknya enak nih ada raftingnya juga. Kemudian Bapak tersebut menjawab pertanyaan saya bahwa dulu memang ada raftingnya tapi sekarang sudah dihilangkan dan dipindah ke Probolinggo.

Baner wisata Sigolo-golo
Loket masuk wisata Sigolo-golo
Setelah Ainul selesai ganti kami kemudian berpamitan untuk menuju bulu view yang letaknya disamping kanan dari loket tersebut kemudian treking keatas kurang lebih 5 menit untuk sampai ke Bulu view. Benar saja sesampai Bulu view tempatnya sangat menarik dan bagus karena selain didepan mata kami disuguhkan gunung Anjasmoro terdapat pula beberapa bukit berkelok yang cantik ditambah lagi kami bisa melihat sungai yang berada dibawah kami. Bener-bener reccomend sih buat saya ketika mengunjungi tempat ini...karena memang pesona alamnya yang masih terasa alami. Waktu itu kami di Bulu view hanya 1 jam saja untuk berfoto dan beristirahat sejenak, setelah itu kami meneruskan menuju goa Sigolo-golo. Sekedar informasi buat temen-temen tidak usah khawatir kelaperan berada ditempat wisata ini karena didekat loket terdapat beberapa warung bahkan di Bulu view juga terdapat beberapa warung, hanya saja waktu itu kami sampai terlalu pagi dan warung-warung masih pada belum buka.

Jalur menuju Bulu view
View ketika sampai Bulu view
Selesai dari Bulu view kami menuruni anak tangga dan kembali menuju loket, setelah sampai loket ternyata sudah ada beberapa muda-mudi yang mengunjungi tempat ini juga. Untuk menuju goa Sigolo-golo sendiri berada disebelah kiri loket dan kemudian jalan akan menurun dari jalan yang bersemen berubah menjadi tanah liat dan nanti akan menemukan beberapa pohon-pohon besar plus akar-akar yang besar. Menurut informasi dari beberapa sumber di internet yang saya baca bahwa untuk mengunjungi goa Sigolo-golo temen-temen harus mempunyai nyali besar dan tempat ini cocok untuk para pengunjung yang suka akan tantangan, bagaimana tidak ? untuk menuju goa Sigolo-golo pengunjung harus melewati akar-akar yang bergelantung di dinding dengan cara memanjat akar tersebut. Ditambah ketinggian akar yang akan kami panjat sekitar 10 meter, waktu itu ada beberapa rombongan lain yang ingin menuju ke goa ini dan saya berada paling depan untuk mencari jalan karena jalannya sudah buat saya bingung. Setelah dari kejauhan melihat seperti mulut goa saya langsung mengikuti jalan setapak tersebut kemudian melewati batuan besar yang nanti akan menuju kepada sebuah jalan setapak dan akar yang sudah saya jelaskan tadi. Setelah mengetahui informasi untuk menuju goa akhirnya saya memilih untuk menaiki akar tersebut dengan rasa ragu dan sedikit takut, karena jujur saja saya takut akan hal ketinggian. Tapi waktu itu saya beranikan diri untuk menaiki akar tersebut secara perlahan yang penting selamat meskipun ditertawakan oleh Ainul. Benar saja setelah saya membaca beberapa informasi di internet memang jalur menuju goa sangat sulit dan dibutuhkan nyali yang besar. Setelah saya sampai diatas saya langsung memastikan terlebih dahulu apakah benar-benar ada goa di atas sini, ternyata benar ada sebuah goa yang tidak terlalu dalam. Kemudian saya berteriak memberitahukan kepada teman saya yang masih ada dibawah bahwa memang benar disini ada goa, kemudian teman saya mulai naik keatas dengan beberapa rombongan lain.

Jalur kebawah menuju Goa Sigolo-golo dan sungai
Penampakan jalur turunan menuju Goa Sigolo-golo dan sungai
Ini dia jalur akar atau disebut Root Climb untuk menuju Goa Sigolo-golo
Ketika diatas dan sampai dimulut goa saya hanya menemukan seperti rakitan bambu yang dibentuk seperti alas untuk beristirahat dan saya juga menemukan bekas sesajen yang sepertinya untuk ritual tertentu. Perjalanan yang kami tempuh dari Bulu view menuju goa Sigolo-golo memakan waktu sekitar 30 menit itu sudah termasuk foto-foto saat perjalanan menuju goa dan waktu yang menurut saya lama ketika menaiki akar-akar yang menjulang tinggi untuk menuju atas dan masuk kedalam goa. Setelah sampai goa kami langsung tiduran di bambu itu karena menuju goa Sigolo-golo sangat banyak menguras tenaga, sambil stirahat kami tidak lupa untuk berfoto didalam goa ini.

Tempat sajen ketika didalam Goa Sigolo-golo
Ainul lagi tiduran ditempat peristirahatan dalam Goa Sigolo-golo
Foto setion
Waktu itu menunjukan sekitar pukul 10:30 dan kami memutuskan untuk turun dan menuju destinasi selanjutnya yaitu menuju sungai, karena tidak afdol ketika mengunjungi tempat ini tidak mengunjungi semua spot yang ada ditambah lagi kami waktu itu sangat kelelahan dan butuh kesagaran. Akhirnya kami memutuskan untuk turun dari goa dan melewati akar-akar itu kembali, selesai menuruni jalur akar kami langsung menuju jalur untuk menuju ke sungai.

Turun kebawah kembali melewati jalur Root Climbing
Untuk menuju sungai medan yang dilalui tidak terlalu sulit dibanding menuju goa Sigolo-golo karena jalan menuju sungai hanya berupa anak tangga yang tersusun dari tanah liat dan terkadang terbuat dari bambu. Perjalanan sangat cepat karena kami hanya menuruni beberapa anak tangga hingga sampai menuju sungai ditambah waktu itu kami terkadang menuruni anak tangga sambil berlari. Tak terasa setelah berlari-lari menuruni anak tangga akhirnya sampai juga di sungai, disini terlihat air yang mengalir deras. Perjalanan kami dari goa Sigolo-golo menuju sungai hanya sekitar 15 menit saja karena jalannya yang mudah dilewati.

Sesampai sungai kami langsung lepas baju dan langsung bermain air, waktu itu sangat disayangkan karena kami tidak membawa pakaian ganti karena memang dari awal saya tidak tahu kalau di wisata Sigolo-golo terdapat beberapa spot salah satunya sungai. Padahal airnya sangat jernih dan rasanya waktu itu pengen mandi aja disini, selain sungai yang masih bersih disini banyak terdapat batu-batu besar yang menghiasi sungai menambahkan kesan tempat yang masih alami. Selain bermain air disungai kami juga bisa melihat pemandangan bukit sejauh mata kita memandang.

Perlengkapan yang saya bawa setiap saat
Nyesel gak bawa pakaian ganti
Rekomen banget buat pecinta alam dan penjelajah karena di tempat wisata ini temen-temen akan mendapatkan beberapa spot dari view gunung Anjasmoro, climbing untuk menuju goa Sigolo-golo dan terakhir wisata air semuanya komplit dapat temen-temen nikmati sepuasnya. Waktu itu kami bermain air sampai pukul 12:00 dan langsung kembali keatas melewati anak tangga, kali ini perjalanan kembali terasa sangat lama karena yang kami lalui saat ini adalah tanjakan anak tangga. Untuk sesampainya diparkiran sekitar pukul 12:30 dan kami langsung melanjutkan perjalanan menuju kota Gresik. Waktu itu disekitar daerah Mojokerto kami sempat mengisi bensin Rp. 25.000 dan mencari mushola untuk sholat, Sesampainya dirumah waktu itu sekitar pukul 17:00.
           
     Begitulah cerita  trip saya di  kota Jombang, tunggu pengalaman cerita saya selanjutnya di kota lainnya. Terimakasih buat temen-temen yang sudah menyempatkan membaca blog saya semoga tidak bosan-bosan untuk membaca blog ini.

Rincian biaya :
1.    Parkir motor Rp. 5.000/motor
2.    Tiket masuk wisata Rp. 5.000/orang
3.    Bensin pulang Bojonegoro-Gresik Rp. 25.000
Total biaya : Rp. 35.000
( Exclude bensin berangkat Gresik-Wonosalam )

    

        
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

TUBAN

     Hai gaesss....berjumpa lagi dengan saya yang nggak bosen-bosen buat menelusuri indahnya negeri Indonesia ini khususnya di Jawa timur, kali ini saya akan share trip terakhir saya di bulan ramadhan tahun 2016 tepatnya tanggal 3 Juli, kali ini saya akan mencoba untuk explore di kota Tuban. Saya akan mendatangi beberapa destinasi yang bikin saya tertarik untuk beranjak pergi kesana yaitu diantaranya Watu ondo, Goa Suci dan Goa ngerong.

     Seperti biasanya untuk setiap trip di bulan ramadhan ini saya berangkat ke kota tujuan sehabis subuh yang waktu itu sekitar pukul 05:00 dan masih sama menggunakan tunggangan kesayangan saya si Mio j, terlebih dulu saya menjemput partner trip saya kali ini namanya Bobby dia adalah teman saya waktu di Marching band Semen Indonesia. Sebenernya saya ngajak dia karena dia jeles liat IG saya yang sering pergi ke tempat wisata. Akhirnya saya ngajak dia itung-itung buat refreshing di bulan puasa sekalian ngabuburit kali yah....untung aja anaknya nggak rewel, kalau rewel aku turunin dijalan aja...hahahaha

     OK lanjut ke awal perjalanan tepatnya pukul 05:00 saya berangkat dari rumah menuju tempat tinggal partner saya yang tidak jauh mungkin sekitar 15 menit dari rumah saya. Setelah udah jemput partner saya langsung saja perjalanan dimulai yang seperti biasa kami hanya menggunakan GPS dan sedikit bertanya dengan orang lokal untuk menuju ke tempat wisata yang akan kami tuju.

     Tujuan pertama di kota Tuban kali ini adalah Watu ondo, watu ondo adalah tempat wisata alam yang menyuguhkan view pemandangan dari atas ketinggian. Nampak dari atas terlihat hamparan hijau ditambah sejauh mata memandang terlihat beberapa bukit dan pas dibawah kami waktu itu terdapat beberapa rumah penduduk lokal yang bekerja mencari rumput untuk makanan ternaknya. Letak wisata watu ondo ini terletak di kecamatan Semanding yang letaknya tidak jauh dari kota Tuban. Waktu itu perjalanan saya dari Gresik menuju watu ondo memakan waktu sekitar 2 jam dengan jalur Bunder, Lamongan, Babat, Tuban, kemudian menuju ke daerah Semanding.

     Perjalanan kali ini sangat berbeda dari biasanya karena kali ini saya berangkat menuju Tuban dengan beberapa orang yang sudah mulai mudik dan jalanan menjadi cukup ramai, Jadi serasa ikut mudik dalam perjalanan kali ini..hahahaha. Setelah berjalan cukup lama kami tiba di daerah Semanding dan waktu itu kami sempat melewati pemandian Baktiharjo untuk menuju ke watu ondo. Setelah itu jalanan yang kami lalui perlahan menanjak dan itu menandakan kami akan melewati dataran tinggi, selang beberapa menit saya sering berpapasan dengan anak-anak lokal yang membawa rombongan menggunakan motor. Kalau menurut prediksi saya mereka mencari sunrise di watu ondo secara ramai-ramai. Tak hanya berpapasan dengan orang seleasi mengunjungi dari watu ondo saja, ternyata di belakang saya juga ada beberapa anak yang kebetulan akan pergi kesana juga. Jadi waktu itu saya dengan orang lain bersamaan untuk menuju tempat wisata watu ondo, setelah melewati jalan tanjakan dan berliku akhirnya kami sampai di jalanan dengan permukaan berbatu tajam seperti karang dan itu nantinya akan mengarahkan kami menuju tempat seperti ladang plus parkiran motor. Benar saja setelah melewati jalanan itu sampailah kami di tempat pemberhentian akhir untuk memarkirkan motor.

     Untuk mengunjungi tempat wisata ini kami tidak dikenakan tarif alias gratis, karena tempat wisata ini saya rasa tidak ada campur tangan dari pemerintah karena letaknya yang dekat dengan pemukiman penduduk. Waktu itu saja saya asal parkir motor, karena memang tidak ada tempat parkir yang bersifat resmi. Saya hanya memarkirkan motor di ladang yang datar dan sekiranya bisa saya lihat dari kejauhan biar aman, bukan hanya saya saja tetapi anak-anak lain juga waktu itu melakukan hal yang sama seperti saya.

     Pertama kali sampai dan melihat tempat ini memang sepertinya adalah tempat untuk bekerja warga lokal yang dimana terdapat ladang berundak yang luas serta ditanami beberapa tanaman seperti jagung dan lainnya. Setelah itu disamping ladang tersebut barulah kami bisa melihat hamparan hijau yang luas di tambah dengan view bukit dan beberapa perumahan penduduk lokal yang ada di bawah. Saya sangat menikmati suasana ini karena benar-benar alam dan disamping itu kami bisa juga melihat warga lokal yang sedang mencari rumput, menanam tanaman di ladangnya dan juga kegiatan sehari-harinya. Waktu itu saya juga menyempatkan untuk menelusuri ladang ini sampai menuju tebing yang sangat curam yang dimana tempat itu adalah titik paling ujung di watu ondo, tak lupa kami juga mengabadikan beberapa foto untuk mengisi materi yang ada di blog ini..hehehehe.

     Setelah selesai foto-foto, saya sempat menikmati keindahan alam ini dengan tiduran beralaskan rumput sambil memandang birunya langi-langit diatas ditambah dengan kicauan burung-burung yang berada disekitar tempat ini cukup lama.  Saya rasa tempat ini recomended buat temen-temen yang ingin mencoba wisata alam dan untuk menghilangkan kegalauan yang melanda.

     Setelah cukup lama berada di watu ondo saatnya saya untuk melanjutkan perjalanan menuju tempat wisata berikutnya yaitu Goa suci. Pada saat itu menunjukan sekitar pukul 10:00 dengan matahari mulai terik dan perjalanan kami kembali melewati jalanan yang mengarah ke desa Palang untuk menuju ke goa suci yang letaknya cukup jauh dengan menempuh waktu sekitar 1jam dari watu ondo. Temen-temen dikatakan sudah dekat dengan goa suci apabila  sudah melewati area persawahan di tambah dengan bukit kapur yang sangat tinggi dan itu bisa terlihat dari kejauhan. Lha apabila temen-temen sudah melihat itu semua maka temen-temen tidak usah khawatir karena jalanan dari bukit kapur itu nanti akan mengarahkan ke goa suci, hanya ikuti jalan yang beraspal saja karena disana terdapat 2 jalur yaitu jalan yang di aspal dan tidak. Untuk jalan yang tidak di aspal biasanya dilalui oleh kendaraan yang mengangkut material kapur yang ada pada bukit kapur tersebut. Tempat ini memang kawasan bukit kapur, jadi buat temen-temen diharapkan membawa masker dan kacamata agar terhindar dari debu-debu yang ditimbulkan oleh truk-truk yang memuat material kapur. Setelah berada dibalik bukit kapur nanti akan bertemu dengan rumah penduduk lokal yang ada disana dan kalau teme-temen melihat nanti ada sebuah petunjuk yang letaknya di kanan jalan menandakan bahwa kawasan disekitar situ terdapat goa suci.

     Kenapa saya memilih wisata di Goa suci? karena goa ini memiliki batuan-batuan besar yang dulunya dijadikan tambang kapur oleh warga setempat dan kini tempat ini sudah tidak berproduksi lagi dan oleh sebab itu dijadikan tempat wisata oleh warga lokal demi melestarikan sumberdaya yang ada disekitar. Goa suci bukan sekedar goa saja tetapi memiliki spot-spot yang menarik buat saya untuk berfoto, oleh sebab itu saya memilih goa suci sebagai tempat destinasi saya selama di Tuban. Setelah sesampainya di rumah penduduk saya mencari-cari parkiran untuk motor, tetapi tidak ada parkiran yang resmi untuk wisata goa suci ini. Jadi kemarin saya memarkirkan motor saya dipekarangan rumah seorang warga (parkir sembarangan) jangan ditiru yahhhh...karena waktu itu memang saya bingung untuk mencari parkiran motor dan tidak ada area yang menurut saya aman. Jadi saya mengambil inisiatif parkir di pekarangan rumah warga setempat, setelah memarkir motor saya dan rekan saya melanjutkan untuk mencari dimana lubang dari goa ini karena waktu itu saya dan teman saya bingung untuk mencari pintu masuk goa suci ini. Waktu itu kami sempat clingak-clinguk di areal warga untuk mencari goa suci namun kami tidak menemukan, demi mempersingkat waktu kami memutuskan untuk bertanya kepada seorang warga setempat dimana letak goa suci tersebut. Kemudian setelah menjelaskan kepada kami menggunakan bahasa jawa ternyata tempat itu terletak dibelakang ladang warga yang tertutupi oleh batuan besar dan untuk menuju kesana kami harus melewati samping rumah warga dan menuju ke ladang tersebut. Setelah melewati ladang warga setempat barulah kami melihat ada seperti peringatan bahwa untuk berwisata ke goa ini pengunjung tidak boleh untuk mengambil apapun benda yang ada di goa suci, tidak boleh merusak, tidak boleh memindahkan dan apabila itu dilarang maka akan dikenakan denda yang tertera di dalam wisata goa suci.

     Untuk mengunjungi goa suci tidak dikenakan biaya alias gratis mungkin karena tempat ini berada di areal pertambangan dan penduduk setempat jadi tidak dikenakan tarif. Sesudah membaca peraturan tersebut kami melanjutkan perjalan melewati batuan-batuan besar yang menjulang tinggi sekitar 5 meter dan disana terdapat beberapa tumbuhan seperti pisang. Dari sinilah kami menyusuri batuan-batuan besar hingga kami menemukan seperti pintu masuk menuju mulut goa suci. Pertama kali sampai di mulut goa saya benar-benar merasakan bahwa goa ini sangat menakjubkan karena batuan ini seperti bekas galian yang sudah lama ditinggalkan tetapi bentuknya masih terjaga dengan baik ditambah setelah masuk ke dalam dan menyusuri goa ini kami menemukan seperti beberapa ruang yang sangat luas dan kosong layaknya seperti tempat yang bisa di tinggali, ditambah dengan indahnya goa ini yaitu cahaya matahari yang masuk melalui lubang besar dari atas goa yang kemudian di pantulkan oleh dinding dengan membentuk warna yang indah pada dinding goa. Tidak menuggu lama kami langsung mengabadikan moment ini dengan berfoto dari ruangan ke ruangan goa suci.

     Puas mengelilingi ruangan demi ruangan yang ada pada dalam goa suci ini kami memutuskan untuk menuju tempat wisata selanjutnya yaitu goa ngerong yang terletak di kecamatan Rengel dengan waktu tempuh sekitar 50-60 menit dari goa suci. Untuk menuju tempat ini kami sejalan dengan arah balik menuju Gresik. Waktu itu sekitar 12:00 kami melanjutkan perjalanan menuju goa ngerong, goa ngerong adalah seperti tempat pemandian dan di bawahnya terdapat beberapa macam ikan. Selain itu di goa ngerong terdapat tempat tinggalnya Batman ehhhh....maksut saya binatang kelelawar dengan ratusan koloni. Jadi apabila temen-temen berwisata ke goa ngerong kita mendapatkan 2 wisa sekaligus yaitu wisata air dan wisata goa.

     Setelah menempuh perjalanan sekitar 1jam sampailah kami di wisata goa ngerong, wisata goa ngerong terletak di pinggir jalan raya jadi tidaklah sulit untuk menemukan tempat wisata ini. Sesudah menemukan tempat wisata ini kami langsung memarkirkan motor dan kebetulan ada bapak-bapak yang jaga parkir memberikan tarif langsung kepada kami waktu itu sebesar Rp.10.000 untuk 1 motor dan 2 orang dan kami langsung membayar. Sesudah menyelesaikan pembayaran diparkiran yang terletak disamping tempat wisata ini kemudian kami masuk dan kebetulan waktu itu saya lagi clingak-clinguk kemudian membaca kertas pada dinding loket bahwa untuk tari dewasa Rp. 3.000 dan untuk anak-anak Rp. 2000. Setelah saya pikir untuk apa ada loket disini wong diparkiran saya bisa bayar parkir sekaligus membeli tiket masuk. Pikiran yang lain saya mengatakan apa iya bapak-bapak itu merangkap seperti calo tempat wisata, soalnya disini terdapat loket dan harga sudah tertera jelas. Ahhhh sudahlah itung-itung biaya parkir motor tadi Rp. 4.000 dan biaya masuk Rp. 6.000 untuk 2 orang, jadi itu adalah rincian biaya masuk+motor saya. Apabila temen-temen mencoba untuk membeli tiket di loket langsung dan biaya parkir secara terpisah mungkin boleh dicoba, kira-kira biaya parkir nanti apakah sama dengan saya Rp. 4.000 ?

     Sebenarnya tidak mempermasalahkan berapa tarifnya hanya saja saya merasa agak aneh aja di parkiran kita bisa beli tiket masuk dan di pintu masuk terdapat loket yang menjual tiket juga, beneran saya cuman bingung aja kok...hehehehehehe lupakan masalah tarif. Kembali ke topik lagi yah gaesss, setelah masuk wisata ini pertama kali saya liat yaitu cuman ada 2 orang saja yang lagi berenang disana mungkin karena puasa juga kali yah...terus di sekitar saya melihat ada beberapa kios dan ibu-ibu yang sedang berjualan makanan ikan dan penyewaan pelampung, selain itu ada kios lain yang menjual beberapa cindera mata seperti gelang dan kalung. Saya waktu itu hanya melihat-lihat saja dan terus berjalan sampai ujung yang mengantarkan saya pada dinding goa ngerong yang dimana terdapat banyak sekali Batman yang lagi bergelantungan....ehhhhh kelelawar maksut saya. Kami waktu itu hanya sebentar mengunjungi dinding yang dikerumuni oleh kelelawar karena sudah gak tahan bau dari kelelawar ini bikin saya merasa mual, oleh sebab itu kami langsung menjauh dari dinding goa tersebut. Setelah selesai melihat-lihat suasana goa ngerong ini kami memutuskan untuk sholat di mushola seberang wisata goa ngerong dan istirahat sejenak karena waktu itu saya merasa lelah dan ngantuk sekali. Setelah cukup beristirahat waktu itu pukul 14:30 kami memutuskan untuk masuk kembali ke dalam wisata goa ngerong untuk mengabadikan keadaan sekitar goa ngerong sembari sambil mengantarkan partner saya untuk mandi. Setelah selesai untuk foto-foto kami memutuskan untuk kembali pulang ke Gresik karena hari semakin larut dan biar kami sempat untuk berbuka dirumah masing-masing, karena sebelum-sebelumnya kami selalu tidak sempat untuk berbuka di rumah. Hehehehehe... Sebelum perjalanan ke Gresik kami sempatkan untuk mengisi bensin Rp. 25.000 di kota Tuban dan barulah kami menuju Gresik, sesampai rumah sekitar pukul 17:00
Sesampainya di Watu Ondo
Langsung poto-poto
Lagi menikmati view bukit


Spot di Watu ondo
Istirahat sebentar sebelum melanjutkan perjalanan
Dibelakang bukit kapur itu letak Goa Suci
Pintu masuk Goa Suci
Spot di Goa Suci
Nofilter
Banyak ruangan di Goa Suci
Harus pinter cari pencahayaan
Loket Goa Ngerong
Lagi puasa, yang renang dikit
Rumah Batman

     Begitulah cerita short trip terakhir saya di bulan ramdhan ini di kota Tuban. Tunggu pengalaman cerita saya selanjutnya di kota lainnya, terimakasih buat teman-teman yang sudah membaca blog saya semoga tidak bosan-bosan untuk membaca blog saya .
Minal aidzin wal faidzin yeeee... ^^

Rincian biaya :

1. Tiket + karcis masuk wisata Goa ngerong Rp. 10.000 (1 motor + 2 orang)
2. Bensin pulang Tuban-Gresik Rp. 25.000

    Total = Rp. 35.000

    (Exclude Bensin berangkat)
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

BOJONEGORO

     Haiiii....kali ini tepatnya tanggal 26 Juni masih di bulan ramdhan saya akan mengunjungi kota Bojonegoro yang dimana kota Bojonegoro sendiri tidak terlalu jauh dari kota Gresik, hanya memerlukan waktu kurang lebih 3 jam dari Gresik. Kali ini saya mengunjungi kota Bojonegoro tetap dengan partner saya sebelumnya yaitu Dio. Sebelum ke Bojonegoro saya kira di kota ini tidak ada tempat yang menarik untuk tempat wisatanya....maap maap ye...soalnya saya emang bener-bener belum pernah mengunjungi kota ini dan belum pernah dengar atau searching di internet tempat wisata di Bojonegoro sebelumnya, yah berarti saya aja yang kudettt yeeee... Jadi setelah saya searching di internet ada beberapa tempat wisata yang menarik untuk saya kunjungi beberapa tempat wisata itu Negeri diatas angin dan khayangan api. Langsung saja saya akan mengulas perjalanan saya di kota Bojonegoro ini.

     Pagi itu sekitar pukul 05:00 saya dan teman saya sudah siap untuk melakukan perjalanan ke kota Bojonegoro, seperti biasa kami hanya menggunakan GPS dari HP dan sedikit bertanya dengan warga yang ada disana untuk menuju tempat wisata yang akan kami kunjungi. Tepatnya pukul 05:15 udara segar masih begitu terasa selama diperjalanan dan masih tidak terlalu banyak polusi di pagi itu. Tempat wisata pertama yang akan kami kunjungi adalah Negeri diatas angin yang dapat ditempuh dari Gresik selama 4 jam dengan rute yang dilalui yaiyu daerah Bunder, Lamongan, Babat, Bojonegoro, kemudian menuju ke desa Sekar tempat dimana wisata negeri diatas angin. Sebenarnya perjalanan Gresik menuju negeri diatas angin menempuh sekitar 3,5 jam hanya saja kami waktu itu sempat tersesat karena memang waktu itu sinyal tiba-tiba hilang dan kami benar-benar tidak tahu arah menuju kesana, setelah perasaan kami tidak enak kami langsung bertanya kepada penduduk lokal. Ternyata kami harus memutar balik menuju arah berlawanan dan itu lumayan jauh dari tempat kami tersesat. Untuk menuju wisata Negeri diatas angin kami melewati seperti hutan lindung, jadi kanan kiri jalan banyak sekali poho-pohon yang rindang berjajar disetiap jalan yang kami lalui waktu itu. Perjalanan ini menambah ketertarikan saya menuju Negeri diatas angin karena sebelum ke tempat itu saja sudah disuguhi dengan lingkungan yang benar-benar bersih dan sedikit polusi. Ketika melewati kawasan hutan lindung hanya ada beberapa kendaraan warga lokal saja yang berlalu lalang, terkadang ada anak-anak lokal yang menyempatkan foto-foto di daerah hutan lindung ini karena memang tempatnya yang sejuk dan rindang.

     Setelah melewati kawasan hutan lindung kami kemudian melewati jalanan tanah yang bergelombang dan disitu sudah mulai ada truk penduduk lokal yang dimana truk tersebut memuat material untuk pembuatan jalan menuju ke wisata Negeri diatas angin. Jadi untuk temen-temen yang ingin mengunjungi lokasi wisata ini diharapkan berhati-hati karena jalanan masih berupa tanah yang bergelombang dan sedang direnovasi, jadi wajar nanti kalau selalu berpapasan dengan truk-truk dan saya anjurkan untuk pengendara motor menggunakan masker dan kacamata karena daerah ini banyak sekali truk yang melintas.

     Setelah sampai tempat wisata Negeri diatas angin waktu itu masih sekitar pukul 10:00 dimana matahari masih belum terlalu menyengat, kami langsung menuju parkir  motor dan bergegas menuju puncak dari Negeri diatas angin ini. Tempat apa sih wisata negeri diatas angin itu? kenapa saya tertarik menuju tempat itu? wisata negeri diatas angin adalah wisata alam yang dimana menyuguhkan pemandangan yang tidak kalah dengan gunung-gunung yang lain. Disini kita bisa melihat beberapa gunung dan beberapa bukit sejauh mata kita memandang. Untuk tarif masuk ke tempat ini waktu itu kami hanya diberi tarif Rp. 3000 untuk 1 motor dan 2 orang. Sembari meninggalkan parkiran kami melihat keadaan sekitar yang masih dalam tahap pembangunan mulai dari jalan yang mulai di aspal, tempat makan, gazebo, dan tempat peristirahatan dimana saat mendaki puncak. Waktu itu tenaga kami sudah mulai terkuras ketika akan melakukan pendakian, padahal pendakian mungkin hanya ditempuh sekitar 20 menit dari parkiran motor. Tetapi waktu itu kami memang merasa kelelahan dan memutuskan untuk berhenti beberapa menit ditempat peristirahatan yang telah disediakan. Setelah merasa sudah enakan kami melanjutkan perjalanan kembali, trek yang disediakan menuju puncak lumayan terjal dan banyak batu kecil sehingga membuat kami lebih berhati-hati dalam pendakian ini. Setelah sampai puncaknya kami kembali beristirahat dan betemu dengan salah satu juru kunci yang ada disana.

     Ada beberapa informasi yang kami dapat setelah berbincang-bincang dengan juru kunci yang ada disana, Informasi yang kami dapat waktu itu adalah wisata ini dibuka tahun 2016 ini pada tanggal 1-2 tetapi juru kuncinya lupa di bulan apa..aneh...yah itu yang saya pikirkan. Juru kunci kok lupa dengan dibukanya kawasan ini..hahahaha...mungkin faktor umur kali yah.. ^^. Kemudian wisata ini dikelola oleh warga sekitar dan pemerintah kota membantu pada sarana pembuatan jalan dan lampu penerang disekitar wisata ini. Selain puncak negeri diatas angin ada beberapa tempat yang tidak kalah menarik untuk dikunjungi, menurut juru kunci disekitar tempat wisata ini terdapat beberapa goa yang konon diceritakan apabila menyusuri salah satu gua ini nantinya berujung sampai wisata pemandian tirta yang ada dibawah..itu menurut informasi yang diceritakan oleh juru kunci tersebut yah...tetapi waktu itu kami tidak menyempatkan pergi ke goa tersebut karena apabila ingin pergi ke goa letaknya masih diatas lagi dan harus treking. Kemudian informasi lain yang saya dapat tempat ini rame ketika malam hari dan tempat ini bisa dibuat camp apabila pengunjung ingin melihat sunrise dan sunset. Ditempat ini pula terdapat 2 kidang atau rusa yang berjenis kelamin jantan dan betina, menurut informasi dari juru kunci memang disekitar wisata negeri diatas angin ini masih terdapat beberapa hewan seperti rusa, monyet, bajing, dll dikarenakan lokasi ini masih berada dekat dengan hutan-hutan. Hanya itu beberapa informasi yang dapat saya tangkap waktu itu, sebenarnya banyak sekali informasi yang diberikan oleh juru kunci tersebut tetapi saya waktu itu kurang fokus dalam mencerna informasi dan akhirnya lupa deh....kalau ingin lebih tau lebih jelasnya temen-temen boleh kok bertanya langsung sama juru kuncinya. Sebelum menuju tempat wisata selanjutnya kami menyempatkan untuk mengabadikan momment dengan berfoto view beberapa bukit dan hamparan hijau lainnya.

     Sekitar pukul 12:00 ketika matahari sudah mulai terik, kami memutuskan untuk turun dan melanjutkan perjalanan ke tempat wisata selanjutnya. Wisata selanjutnya yang akan saya kunjungi kali ini adalah wisata kahyangan api yang terletak di desa Dander dan lama perjalanan dari wisata Negeri diatas angin menuju wisata kahyangan api dibutuhkan waktu sekitar 60 menit. Wisata kahyangan api sendiri adalah wisata alam yang disana terdapat api yang tidak bisa padam meskipun terkena air hujan istilahnya api abadi lah gaesss...Jadi saya merasa tertarik untuk mengunjungi tempat wisata ini. Setelah keluar dari wisata Negeri diatas angin kami kembali melewati jalan tanah yang bergelombang dan berpapasan dengan banyak truk bermuatan bahan material untuk pembuatan jalan. Setelah melewati jalan bergelombang kami menuju ke hutan lindung dan nantinya bertemu pasar yang gapuranya bertuliskan “wisata kahyangan api”. Dari pasar itu kami hanya terus mengikuti jalan yang nantinya menuju jalan berpasir dan bergelombang sekitar 30 menit hingga bertemu gapura lagi yang bertuliskan aksara jawa dan kahyangan api di kiri jalan. Setelah masuk gerbang tersebut kami masih harus menyusuri jalan lagi yang nantinya mengantarkan ke wisata kahyangan api sekitar 15 menit dari gapura ke dua. Untuk tarif memasuki wisata ini waktu itu Rp. 8.500 per orang jadi total Rp. 17.000 untuk 2 orang. Kemudian setelah sampai tempat wisata kahyangan api kami menambah uang untuk parkir motor waktu itu Rp. 3000.

     Setelah parkir motor kami langsung masuk melewati pintu masuk seperti gapura dan barulah kami bisa melihat api abadi tersebut, pada waktu itu api abadi tertutupi oleh beberapa bongkahan batu yang tidak terlalu besar tetapi kami masih bisa melihat api itu menyala-nyala. Selain terdapat api abadi ada beberapa tempat yang harus dikunjungi di tempat ini adalah banyu blukutuk yang merupakan area kolam yang didalamnya seperti air panas yang mengandung belerang dan pohon cinta yang memiliki mitos tersendiri.

     Setelah selesai mengunjungi tempat wisata ini sekitar pukul 14:00 kami melanjutkan untuk sholat duhur dan kemudian memutuskan untuk kembali menuju Gresik. Sebenarnya ada 1 tempat lagi yang sempat saya kunjungi waktu itu namanya sendang grogolan yang letaknya tidak jauh dari wisata kahyangan api. Waktu itu kami sempat tanya dengan warga lokal tetapi mereka biasa menyebutnya sumberan, karena disana terdapat seperti sumber air yang dimana dimanfaatkan warga sekitar untuk mandi dan maap yahhh B*B. Sebelum mengadakan trip ke Bojonegoro saya sempat searching di internet kalau yang saya liat memang bagus sih tempatnya, oleh sebab itu kami membawa pakaian ganti dan berniat untuk renang disana. Tetapi setelah saya sampai tempatnya memang sih ada beberapa orang yang lagi maianan air disana tetapi yang bikin saya drop dan mengurungkan niat saya adalah ada 2 orang kali yah yang kebetulan sedang B*B.....yah itu yang bikin saya drop dan menyudahi wisata kali ini. Yah saya maklum sih...memang disuatu desa hal tersebut terlihat wajar bagi mereka jadi tidak ada yang salah..sebelumnya saya mohon maav aja mungkin ada beberapa orang yang tersinggung nantinya. Selesai mengunjungi sendang grogolan ini kami langsung memutuskan untuk kembali menuju Gresik dan menyempatkan untuk mengisi bensin terlebih dahulu di kota Bojonegoro Rp. 25.000, sesampai di kota Gresik waktu itu sekitar pukul 17:30.

     Ok gaesss...perjalanan saya kali ini di kota Bojonegoro tak kalah menariknya dengan trip saya sebelum-sebelumnya, intinya di Indonesia banyak sekali menyimpan sejuta keindahan dari alam ataupun dari segi budayanya, jadi banyak-banyaklah mengexplore atau terus menggali informasi alam Indonesia ini karena kamu tidak akan pernah tau indahnya alam ini nantinya sebelum kamu bertindak. Begitulah cerita short trip saya di bulan ramdhan ini di kota Bojonegoro. Tunggu pengalaman cerita saya selanjutnya di kota lain.

View hamparan hijau memasuki kota Bojonegoro
Kanan kiri jalan hamparan hijau biar nggak ngantuk dijalan
Melewati daerah perhutani ketika akan menuju Negeri diatas angin
Setibanya di parkiran Negeri diatas angin
Negeri diatas angin atau Bukit cinta
Istirahat sejenak nahan haus daripada puasa batal
Foto dulu sebelum naik bukit
Trek menanjak yang harus dilewati sebelum ke puncak


Puncak Negeri atas angin
Pemandangan yang tak kalah menakjubkan di siang itu
Setelah sekian lama dijalan akhirnya terbayar juga
Lagi gabut
Istirahat sebentar sebelum turun
Trek turun, harus hati-hati yah gaesss
Ini dia wisata Kahyangan api atau api abadi
Informasi legenda Kahyangan api
Ini adalah titik api abadi
Foto disekitar area api abadi
Area banyu blukutuk
Area pohon cinta
Foto di salah satu sudut area api abadi

Rincian biaya : 

1. Biaya masuk wisata Negeri diatas angin Rp. 3.000 (2 orang + 1 motor)
2. Biaya masuk wisata kahyangan api Rp. 17.000 (2 orang) + Rp. 3.000 (1 motor) = Rp 20.000
3. Bensin pulang Bojonegoro-Gresik Rp. 25.000

    Total = Rp. 48.000

    (Exclude bensin berangkat)
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Newer Posts
Older Posts

About me


Hi...I am Denny — Writer & a photographer.
Join me as I share great stories, amazing photos, incredible travel life and awesome tips for people who love to travel the world.


Follow Us

  • instagram
  • facebook
  • twitter
  • google+

Labels

  • Bali
  • Bandung
  • Bangkok
  • Banyuwangi
  • Blitar
  • Bojonegoro
  • Chiang Mai
  • Chiang Rai
  • Da Nang
  • Dieng
  • Genting
  • Hanoi
  • Ho Chi Minh
  • Indonesia
  • Jombang
  • Kediri
  • Kuala Lumpur
  • Malang
  • Malaysia
  • Melaka
  • Mojokerto
  • Solo
  • Thailand
  • Tips
  • Touring ramadhan
  • Tuban
  • Vietnam
  • Yogyakarta

recent posts

Sponsor

Blog Archive

  • Desember 2019 (1)
  • November 2019 (2)
  • April 2019 (1)
  • Desember 2018 (2)
  • Mei 2017 (1)
  • April 2017 (1)
  • Maret 2017 (1)
  • Februari 2017 (2)
  • Januari 2017 (1)
  • November 2016 (1)
  • Oktober 2016 (2)
  • September 2016 (7)
  • Agustus 2016 (1)

Created with by BeautyTemplates | Distributed by Blogger